Kisah Sufi Ibrahim bin Adham dan Pemuda Pendosa

بسم الله الرحمن الرحيم Cuplikan dari khutbah barusan, tapi dengan versi yang sedikit berbeda : Lumayan lah gan, buat asupan gizi &quo...

بسم الله الرحمن الرحيم
Cuplikan dari khutbah barusan, tapi dengan versi yang sedikit berbeda :

Lumayan lah gan, buat asupan gizi "HATI" kita yang senantiasa haus akan cangkir-cangkir ilmu dan kalam-kalam hikmah.

Kisah Sufi Ibrahim bin Adham dan Pemuda Pendosa
,,,
Suatu hari, Ibrahim bin Adham didatangi oleh seseorang yang sudah sekian lama hidup dalam kemaksiatan, sering mencuri, selalu menipu, dan tak pernah bosan berzina.

Orang ini mengadu kepada Ibrahim bin Adham, "Wahai Tuan Guru, aku seorang pendosa yang rasanya tak mungkin bisa keluar dari kubangan maksiat. Tapi, tolong ajari aku seandainya ada cara untuk menghentikan semua perbuatan tercela ini?"

Ibrahim bin Adham menjawab : "Kalau kamu bisa selalu berpegang pada lima hal ini, niscaya kamu akan terjauhkan dari segala perbuatan dosa dan maksiat.

Pertama : Jika kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, maka usahakanlah agar Allah jangan sampai melihat perbuatanmu itu."

Orang itu terperangah : "Bagaimana mungkin, Tuan Guru? Bukankah Allah selalu melihat apa saja yang diperbuat oleh setiap hambanya? Allah pasti tahu walaupun perbuatan itu dilakukan dalam kesendirian, di kamar yang gelap, bahkan di lubang semut pun."

"Wahai anak muda, kalau yang melihat perbuatan dosa dan maksiatmu itu adalah tetanggamu, kawan dekatmu, atau orang yang kamu hormati, apakah kamu akan meneruskan perbuatanmu?
Lalu mengapa terhadap Allah kamu tidak malu, sementara Dia melihat apa yang kamu perbuat?"

Orang itu lalu tertunduk dan berkata : "Katakanlah yang kedua, Tuan Guru!"

"Kedua : Jika kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, maka jangan pernah lagi kamu makan rezeki Allah."

Pendosa itu kembali terperangah, seraya berkata : "Bagaimana mungkin, Tuan Guru? Bukankah semua rezeki yang ada di sekeliling manusia adalah dari Allah semata? Bahkan, air liur yang ada di mulut dan tenggorokanku adalah dari Allah jua."

Ibrahim bin Adham menjawab : "Wahai anak muda, masih pantaskah kita makan rezeki Allah sementara setiap saat kita melanggar perintahNya dan melakukan laranganNya? Kalau kamu numpang makan kepada seseorang, sementara setiap saat kamu selalu mengecewakannya dan dia melihat perbuatanmu, masihkah kamu punya muka untuk terus makan darinya?"

"Tidak, Tuan Guru, katakanlah yang ketiga, Tuan guru."

"Ketiga : Kalau kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, janganlah kamu tinggal lagi di bumi Allah."

Orang itu tersentak, seraya berkata : "Bukankah semua tempat ini adalah milik Allah, Tuan Guru? Bahkan, segenap planet, bintang dan langit adalah milikNya juga?"

Ibrahim bin Adham menjawab : "Kalau kamu bertamu ke rumah seseorang, numpang makan dari semua miliknya, akankah kamu cukup tebal muka untuk melecehkan aturan-aturan tuan rumah itu sementara dia selalu tahu dan melihat apa yang kamu lakukan?"

Orang itu kembali terdiam, air mata menetes perlahan dari kelopak matanya lalu berkata : "Katakanlah yang keempat, Tuan Guru."

"Keempat : Jika kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, dan suatu saat malaikat maut datang untuk mencabut nyawamu sebelum kamu bertobat, tolaklah ia dan janganlah kau mau nyawamu dicabut."

"Bagaimana mungkin, Tuan Guru? Bukankah tak seorang pun mampu menolak datangnya malaikat maut?"

Ibrahim bin adham menjawab : "Kalau kamu tahu begitu, mengapa masih jua berbuat dosa dan maksiat? Tidakkah terpikir olehmu, jika suatu saat malaikat maut itu datang justru ketika kamu sedang mencuri, menipu, berzina dan melakukan dosa lainnya?"

Air mata menetes semakin deras dari kelopak mata orang tersebut, kemudian ia berkata : "Wahai Tuan Guru, katakanlah hal yang kelima!"

"Kelima : "Jika kamu masih akan berbuat dosa, dan tiba-tiba malaikat maut mencabut nyawamu justru ketika sedang melakukan dosa, maka janganlah mau kalau nanti malaikat Malik akan memasukkanmu ke dalam neraka. Mintalah kepadanya kesempatan hidup sekali lagi agar kamu bisa bertobat dan menambal dosa-dosamu itu."

Pemuda itupun berkata : "Bagaimana mungkin seseorang bisa minta kesempatan hidup lagi, Tuan guru? Bukankah hidup hanya sekali?"

Ibrahim bin Adham pun lalu berkata : "Oleh karena hidup hanya sekali anak muda, dan kita tak pernah tahu kapan maut akan menjemput kita, sementara semua yang telah diperbuat pasti akan kita pertanggung jawabkan di akhirat kelak, apakah kita masih akan menyia-nyiakan hidup ini hanya untuk menumpuk dosa dan maksiat?"

Wajah sang pemuda seketika itu memucat, dan dengan surau parau menahan ledakan tangis ia mengiba : "Cukup, Tuan guru, aku tak sanggup lagi mendengarnya."

Lalu ia pun beranjak pergi meninggalkan Ibrahim bin Adham.
Dan sejak saat itu, orang-orang mengenalnya sebagai seorang ahli ibadah yang jauh dari perbuatan-perbuatan tercela.

Semoga kisah ini menjadi renungan bagi kita bersama dalam menapaki setiap langkah kita selagi hidup di dunia.

NB : Cocok untuk disajikan ketika berkhutbah di suatu saat, apalagi dapat jatah khutbah/muhadharah di penjara. Eh...

COMMENTS

Nama

Ahgaff,11,Catatan,7,Dzulqaedah,1,Feminisme,1,Fikih,1,Hikmah,7,Kajian,2,Kisah,2,Opini,32,Pemikiran,1,Ramadhan,5,Salat,1,Singkawang,12,Syawwal,3,
ltr
item
Bayu Maulana: Kisah Sufi Ibrahim bin Adham dan Pemuda Pendosa
Kisah Sufi Ibrahim bin Adham dan Pemuda Pendosa
https://2.bp.blogspot.com/-hrA7LqfIhJI/V4dCKsMW2oI/AAAAAAAAALI/VmuCNCHXwmEq1-Ede7ADnXBXzo2EC9KAACK4B/s320/kisah-taubat.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-hrA7LqfIhJI/V4dCKsMW2oI/AAAAAAAAALI/VmuCNCHXwmEq1-Ede7ADnXBXzo2EC9KAACK4B/s72-c/kisah-taubat.jpg
Bayu Maulana
http://gagakdarat.blogspot.com/2016/07/kisah-sufi-ibrahim-bin-adham-dengan.html
http://gagakdarat.blogspot.com/
http://gagakdarat.blogspot.com/
http://gagakdarat.blogspot.com/2016/07/kisah-sufi-ibrahim-bin-adham-dengan.html
true
3848052026758787321
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy